Ta'aruf sebelum Menikah

Kata Ta'aruf berasal dari bahasa arab yaitu ta'arafa - yata'arafu,yang artinya yaitu saling mengenal.
Ta'aruf ( Perkenalan ) adalah salah satu proses yang akan dilalui sebelum menikah.
sebelum menikah seharusnya seseorang berta'aruf terlebih dahulu antar pasangan yang akan dinikahinya agar mereka saling mengenal dan tidak ada hal yang merugikan diantara salah satu pihak.Keterbukaan dan kejujuran adalah salah satu kunci supaya kita bisa mengetahui hal sebenernya janganlah ada suatu hal yang ditutup-tutupi.Yang terpenting dari Ta'aruf ini adalah mengenal antara kedua belah pihak,dalam hal ini secara keseluruhan (rincian),baik dilihat dari segi positif maupun segi negatif.




Kata Ta'aruf (saling mengenal ) terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 13 yang artinya :
"Hai Manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan,lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li ta'arafu )..." ( QS.Al-Hujurat : 13 ).
Dari ayat diatas manusia itu berbeda-beda ada yang laki-laki dan perempuan lalu ada yang berbangsa,misalnya ciri dari orang melayu,orang arab,orang cina,dan orang eropa maka dengan itu kita bisa saling mengenal satu sama lain.Jikalau semua manusia itu sama tentu tidak bisa saling mengenal.

 Diambil dari makna ayat diatas,Ta'aruf antara laki-laki dan perempuan yang hendak menikah,berarti saling berkenalan menuju jenjang pernikahan.
Misal,menyampaikan karakter dan kepribadian masing-masing,keadaan keluarga,pendidikan,pekerjaan,hingga riwayat penyakit yang diderita.
Kaidah-kaidah yang perlu dijaga dalam proses ini intinya adalah saling menghormati satu sama lain apa yang disampaikan lawan bicara.

Ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang diajukan pada saat ta'aruf adalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana kepribadian antum?
  2. Bagaimana kondisi ibu antum?
  3. Bagaimana kondisi terparah antum saat sedang marah?
  4. Jika suatu saat terjadi perselisihan diantara ana dengan adik antum,antum akan berpihak kepada      siapa?
  5. Antum adalah tulang punggung keluaraga,bagaimana pembagian nafkah ana dengan orang tua antum nanti?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh wanita yang akan dinikahinya,Tidak terpaku dari contoh diatas saja.Ukhtifillah bisa mengajukan lebih banyak lagi pertanyaan yang ukhty inginkan lebih mengetahui dari ikhwan tersebut.

Selain mengajukan pertanyaan secara langsung,kita juga perlu mencari tahu tentang orang tersebut.Cari juga dari sumber manapun yang dapat kita ketahui dan dipercaya.Misalnyamdari teman,sahabat hingga dari orang tuanya.
Apabila kita merasa sungkan dan malu,maka alngkah baiknya kita menggali informasi dari sosial media dari orang yang kita akan ta'arufi,mulai dari Fb,IG,Twitter,Path dan sebagainya.
Tetapi itu bukan termasuk jaminan untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Dalam Ta'aruf juga ada proses Nadzor.Nadzor ini adalah melihat calon pasangan.Biasanya ini dilakukan ketika ta'aruf atau ketika melamar.
"Apabila sesorang diantara kalian ingin meminang seorang wanita,jika dia dapat melihat apa-apa yang bisa mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!" (HR.Ahmad 3/334, Abu Dawud 2082 dan dihasankan oleh Albani).
Dalam hal ini beberapa bagian aurat tertentu diperbolehkan untuk dilihat.Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan si ikhwan untuk menikahi si akhwat.Tapi beberapa golongan tidak mengadopsinya karena alasan  bisa menjadi fitnah dikemudian hari apabilakedua belah pihak batal dalam ta'aruf.
Sejauh ini apakah sudah ada gambaran tentang ta'aruf?

Sealnjutnya adalah ada proses Khitbah,Khitbah adalah ikatan yang disematkan untuk dua orang yang sudah menyetujui akan terselenggaranya pernikahan.Tapi bukan berarti khitbah tidak boleh dibatalkan.Khitbah bisa dibatalkan bahkan sebelum ijab qobul diucapkan.Jadi jangan main-main dengan khitbah.
"Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah ia (dengan putrimu).Jika kamu tidak menerima (lamarannya) niscaya terjadi malapateka dibumi dan kerusakan yang luas".(H.R At-Turmudzi).
Tata Cara Ta'aruf yang baik
Tidak ada suatu cara khusus untuk ta'aruf.Pada dasarnya yaitu agar seseorang bisa menngali informasi dan data pribadi calon pasanganya,tanpa melanggar aturan syariat dan norma yang ada dimasyarakat.
  • Sebelum menikah,status mereka adalah bukan mahrom,tidak senasab atau garis keterunan.Mereka tidak diperkenankan untuk berdua-duaan,saling bercengkrama dan lain-lain.Baik secara langsung maupun media sosial. 
  • Luruskan niat,bahwa ta'aruf anda merupakan i'tikad yang baik,bukan hanya sekedar menambah kenalan atau hanya mencicipi semata dan semua gelagat palsu.Tindakan ini termasuk kedalam kedzaliman.
  • Menggali data pribadi,saling tukar biodata.dilakukan secara tertulis sehingga bisa meminimalisir terjadinya pertemuan,karena tulisan bisa mewakili lisan kita.
  • Setelah ta'aruf diterima,apabila kita belum pernah ketemu sama orangnya maka bisa dilanjutkan dengan nadzor.
  • Diperbolehkan memberi hadiah ketika ta'aruf.Jika berlanjut menikah,maka hadiah menjadi hak pengantin wanita.Jika nikah dibatalkan,maka hadiah bisa dikembalikan.


Rentang waktu (jarak) dari proses ta'aruf,khitbah hingga nikah biasanya berlangsung tidak lama,terhtung oleh bulan,minggu bahkan hari.tapi bukan proses ini berarti tidak boleh dilakukan dalam rentang waktu tahunan,hanya saja lebih cepat lebih baik.

Tidak ada Komentar Untuk "Ta'aruf sebelum Menikah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel